Minggu, 24 Juli 2016

Inilah Dampak Paling Berbahaya Bagi Pengguna Kawat Behel Gigi

Gamers-pds- Pada artikel kesehatan kali ini kita akan membahas tentang Kawat Behel.

Kawat Behel gigi saat ini memang saat banyak di gemari oleh sebagian orang, khususnya para remaja yang mana sekaligus digunakan sebagai gaya saja.

Kawat behel banyak kita temukan tersebar di kalangan masyarakat dengan harga yang sangat murah, yang mana karena harganya murah sudah pasti kualitas kawat gigi tersebut memang sangat di takutkan jika terpasang di gigi.

Dampak Buruk Kawat Behel
Dampak Buruk Kawat Behel
Para pengguna kawat behel gigi agar lebih memahami bahaya penggunaan behel itu sendiri, bahaya behel bisa terjadi jika pemasangan kawat gigi tidak ditangani langsung oleh Dokter Gigi. Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDIGI) bahwa pemakaian behel dapat mengakibatkan efek samping bagi penggunanya jika yang memasang kawat gigi tidak memiliki keahlian khusus.
Banyak yang mempercayakan pemasangan kawat behel gigi kepada tukang gigi jalanan yang mana tukang gigi tersebut ditak memiliki izin dari Persatuan Dokter Gigi (PDGI), sementara itu jika yang memasang kawat behel tanpa ada keahlian khusus dapat menimbulkan masalah baru yang sangat berbahaya. 

Bagi anda yang ingin memasang kawat behel gigi kepada yang bukan ahlinya, maka dapat dipastikan anda akan mengalami masalah ini.
Berikut ini bahaya penggunaan behel menurut Persatuan Dokter Gigi Indonesia

  • Alergi
Behel logam mengandung logam seperti tembaga, nikel, dan kromium. Diperkirakan 30 persen pasien ortodontik memiliki alergi terhadap logam yang dapat menimbulkan rasa sakit dan telinga tersumbat. Bahkan ada kemungkinnan pasien yang tidak memiliki riwayat alergi dapat menjadi alergi setelah memasang behel. Kabar gembiranya, dampak negatif tembaga, nikel, dan kromium pada umumnya ringan dan mudah diatasi dengan mengubah bahan logam yang digunakan dalam behel. 

  • Karang Gigi
Karang gigi dapat muncul akibat pemakaian behel. Hal ini disebabkan area dibawah dan disekitar kurung logam dan kawat sulit untuk dibersihkan sehingga sisa-sisa makanan yang masih tersisa menyebabkan penumpukan plek. Pengguna kawat gigi logam beresiko tinggi mengalami kerusakan gigi dan gusi. Untuk itu gunakan sikat gigi khusus jika anda memakai behel.
  • Penyakit Menular Seksual
Bahaya penyakit menular seksual tentu sangat mengerikan bagi seseorang. Apa penyebab PMS dalam pemasangan kawat gigi? Nah, karena kawat logam yang terpasang pada gigi anda berbenturan maka akan timbul luka kecil pada bibir serta bagian dalam pada pipi. Saat anda terlibat aktivitas dengan mulut anda, maka luka yang ada pada mulut anda akan menjadi pintu masuk penyakit seperti HIV dan Hepatitis.

  • Masalah pencernaan
Bahan kawat behel berkualitas rendah dikhawatirkan memiliki material berbahaya bagi kesehatan. Bilamana material tersebut bereaksi dengan air liur maka reaksi dari material tersebut akan menimbulkan masalah gangguan pencernaan.

Aplikasi baru untuk ponsel anda

Google Bikin Aplikasi Lebih Enteng untuk ponsel anda
Google menambahkan algoritma baru pada Google Play Store. Algoritma ini diklaim membuat aplikasi menjadi lebih enteng.
Melalui postingan blog Android Developers, Google menyebutkan, algoritma baru akan mengurangi ukuran update aplikasi Android dan memperlihatkan pengguna ukuran sebenarnya dari update tersebut.
Masih dalam postingan blog yang sama, Google menyebutkan bahwa pada tahun lalu, download pengguna Android di Google Play Store mencapai lebih dari 65 miliar aplikasi.
Dengan pertumbuhan yang begitu pesat, para developer dipaksa untuk lebih sering merilis update untuk aplikasi mereka, baik untuk penambahan konten, membenahi isu keamanan dan membuat berbagai perubahan berdasarkan masukan dari pengguna.
Bagaimanapun, Google paham bahwa sebagian pengguna tertentu sangat sensitif terhadap jumlah data yang mereka download, terutama bagi mereka yang jarang terkoneksi ke jaringan WiFi.
Itu sebabnya, seperti dikutip dari Tech Times,Minggu (24/7/2016), Google terpikir untuk mengurangi ukuran instalasi dan update aplikasi, sambil tetap membuat jumlah data yang didownload tetap transparan dan diketahui pengguna.
Algoritma delta baru yang diberi nama bsdiff, membuat ukuran update aplikasi berkurang signifikan hingga 50% dari ukuran aslinya. Selain merilis algoritma bsdiff, Google Play Store juga akan memperlihatkan besaran data yang diperlukan untuk mendownload sebuah aplikasi atau update.
Pengguna smartphone Android high end dengan kapasitas kartu memori besar dan selalu terkoneksi dengan jaringan WiFi mungkin tidak akan merasakan perubahan berarti dari algoritma ini.
Bagi pengguna perangkat Android dengan paket data terbatas dan kapasitas penyimpanan yang kecil, perubahan ini memungkinkan mereka memaksimalkan kemampuan smartphone. 

Sabtu, 23 Juli 2016

Aplikasi Perpesanan Google Allo Bakal Menjadi Aplikasi Bawaan Di Android Nougat

Pada bulan Mei lalu, acara Google I/O telah sukses terselenggara, di mana Google telah mengumumkan beberapa layanan, yang salah satunya adalah aplikasi messaging baru bernama Allo. Berbeda dengan layanan perpesanan lainnya, Allo dikatakan akan menjadi aplikasi yang lebih pintar karena akan dilengkapi dengan asiten digital Google Now di dalamnya.

Dengan begitu, memungkinkan pengguna untuk chatting dengan asisten untuk membantu mereka melakukan segala macam tugas, seperti pemesanan restoran, menemukan arah lokasi, dan masih banyak lagi. Ini terdengar seperti aplikasi messaging yang agar inklusif, di mana bukan menjadi kejutan lagi jika Allo akan menjadi aplikasi bawaan pada sistem operasi Android 7.0 Nougat.
Hal ini diketahui dari sebuah postingan di Reddit, di mana pengguna LTNGNX mengklaim bahwa aplikasi akan menjadi aplikasi default pada OS terbaru Android, dan bahwa pada akhirnya akan menggantikan aplikasi perpesanan utama saat ini.
Posting tersebut juga mengklaim bahwa Allo akhirnya akan menangani layanan SMS dan Google Voice juga, yang masuk akal jika ingin mengganti aplikasi messenger. Selain itu, Google juga sepertinya berencana untuk memperluas ketersediaan Allo untuk web dan perangkat lain, tetapi tidak disebutkan untuk ETA. Postingan juga menyatakan bahwa Hangouts akan dihapus secara perlahan, tetapi masih akan terus bertahan bagi perangkat yang masih memerlukannya.
Empat Game AR ini Patut Kamu Coba

Masih asik main Pokemon Go? Hmm, sebenarnya bukan ini saja loh game augmented reality (AR) yang bisa kamu mainkan. Ada beberapa game lain yang bisa kamu coba.
Warp Runner

Game augmented reality yang satu ini tidak mengharuskan kamu keluyuran keluar rumah seperti Pokemon Go. Kamu tidak harus banyak bergerak, cukup berada di sekitar permukaan yang datar, seperti sebuah meja. Arahkan kameramu untuk menciptakan sebuah arena kecil. Di dalamnya, kamu harus mengarahkan sebuah robot kecil ke titik akhir untuk menyelesaikan setiap tahap. Tidak mudah loh!

SpecTreck Light


Yang ini cocok buat kamu yang doyan berburu hantu. Kamu akan diharuskan menjelajahi jalan-jalan di kotamu untuk berburu hantu yang mengintai di setiap sudut. Gameplay-nya sederhana: gunakan kamera smartphone-mu untuk mendeteksi makhluk-makhluk yang mengelilingi kamu di dunia real dan ketika kamu melihat sebuah sasaran, tap tombol catch untuk menangkapnya.
Kamu harus bisa melihat lokasi hantu-hantu yang dekat denganmu. Dengan SpecTrek Light, pegang ponselmu horisontal – seperti peta sesungguhnya – untuk mengaktifkan layar peta. Angkat ponsel dan kamu akan ditempatkan di viewfinder dari kameramu. Gesture ini bekerja baik.
Ingress
Ingress juga dikembangkan oleh Niantic, si pengembang Pokémon Go. Di Ingress, kamu menjadi agen dari satu dari dua faksi: Enlightened dan the Resistance. Kamu harus berkeliaran di jalan-jalan dan sekitarmu – menggunakan GPS smartphone untuk menemukan sumberdaya energi asing yang mungkin menyajikan ancaman, atau sebaliknya akan membantu misimu.

TableZombies

TableZombies menuntut para pemainnya untuk menggunakan permukaan yang datar. Namun berbeda dengan Warp Runner, TableZombies membuat para pemainnya mencetak sebuah file PDF sebelum mereka bisa mulai bermain.

Setelah melakukannya, arahkan kameramu ke file tersebut untuk mendapatkan sebuah peta. Kemudian, pindahkan ponsel untuk membidik tanda silang di displaimu ke zombie-zombie yang bertebaran di sekitar. Tembaki mereka.
Peta pertama TableZombies gratis, tetapi jika mau memainkan yang lain kamu mungkin harus membelinya. Selain itu masih ada banyak iklan. Namun dengan beragam persenjataan dan aksi supertegang, TableZombies bisa membuat kamu ketagihan main.
​Resmi di Asia, Pokemon Go Sudah Tersedia di Negara 

Setelah resmi dibeberapa negara di America, Australia, dan Europa, akhirnya game Pokemon Go resmi tersedia di  Asia. Bukan di Indonesia,  Namun di Negara kelahirannya,  yakni Jepang.
Peluncuran di Jepang disebut-sebut telah  mengalami keterlambatan beberapa hari untuk memastikan server mereka mampu menangani dengan baik.
Kabar ini disambut antusias di beberapa restoran di Jepang, terutama McDonald’s yang sudah menyiapkan Pokestops, Gyms serta paket makanan Happy Meals yang mereka tawarkan dengan mainan Pokemon.

Dengan antusias ini maka kedepannya akan bertambah sponsorship baru untuk game ini, Apalagi game ini juga dapat  didownload  secara gratis baik melalui  untuk iOS atau Google Play Store untuk Android.
Sayangnya hingga saat ini memang belum ada pernyataan resmi bahwa, Game Pokemon Go akan resmi tersedia di Indonesia.
Pokemon Go Bisa Ditandingi dengan 'Tuyul Go'
Pakar geospasial sarankan RI bikin aplikasi serupa Pokemon Go.

Kekhawatiran sejumlah pihak belakangan ini terhadap permainan Internet Pokemon Go sudah berlebihan. Sebab, teknologi tersebut bukanlah hal baru dan semua tuduhan terkait isu yang berkembang saat ini perlu pembuktian. Demikian menurut seorang peneliti Badan Informasi Geospasial, Profesor Fahmi Amhar.
“Kalau curiga, ya enggak apa-apa karena memang ada orang yang tugas untuk curiga dulu. Tapi apa betul permainan ini seperti itu? Itu harus dibuktikan dan saya selama ini belum lihat ada pembuktiannya,” kata Fahmi saat ditemui VIVA.co.id di ruang kerjanya di Gedung Badan Informasi Geospacial, di Cibinong, Bogor Jawa Barat, Jumat 22 Juli 2016.
Lebih lanjut Fahmi mengimbau untuk memastikan isu yang saat ini beredar terkait ancaman atau bahaya keamanan nasional atas permainan tersebut melalui pembuktian akan dua hal.
“Pertama, apakah benar ada foto realitas yang dikirim ke servernya. Itukan diceknya tidak terlalu sulit. Yang kedua, apa benar monster itu diarahkan atau ditaruh ditempat-tempat objek vital atau strategis? Kalau dua hal ini benar maka dia membahayakan. Tapi kalau monsternya ditaruh ditempat yang acak lalu fotonya tidak pernah ditransfer ke sana, ya tidak perlu dikhawatirkan. Jika terbukti secara teknologi dan (pengembang) Pokemon-nya ndablek, ya tingal diblokir seperti konten porno,” jelasnya.
Namun demikian, Fahmi menilai, anak-anak yang bermain ini secara umum bagus karena mengasah fisik. Pasalnya, mereka diajak keluar rumah untuk menghirup udara segar dan bertemu dengan sesama pemburu.
Terkait boomingnya permainan Pokemon Go, Fahmi menilai hal itu karena game yang disajikan termasuk unik dan masih baru di masyarakat.
“Permainan yang modelnya baru pasti punya saat dimana dia akan booming. Dan permainan Pokemon Go ini kan jenisnya baru karena dia terkait dengan lokasi. Jadi orang harus secara real menuju lokasi tertentu untuk bisa menemukan yang disebut monster,” ujarnya.
Fahmi yakin, jika teknologi yang digunakan dalam permainan tersebut tak jauh berbeda dengan Google Maps karena berbasis lokasi. Game ini terhubung dengan Google Maps dan kerap disebut aplikasi Location Based Service (LBS).
“Itu namanya location based service (LBS). Itu sebenarnya sama dengan kita pakai Google Maps, misalnya kita sampai lokasi tertentu tiba-tiba dapat iklan hotel atau tempat makan tertentu. Itukan karna kita mengaktifkan Google Maps. GPS-nya nyala. Itu yang membuat Google tahu kita dimana dan langsung ditawari lokasi resto terdekat. Bedanya kalau Pokemon Go yang ditawarkan permainan ada monsternya,” jelas Fahmi.
Tuyul vs Pokemon
Teknologi semacama ini kalau di dunia geospasial, lanjut Fahmi, sebenarnya tidak terlalu heboh karena sudah diketahui sejak lama. Namun di Indonesia diketahui pengembangnya sedikit.
“Sebenarnya jika kita manfatkan dengan teknologi yang sama mudah, misalnya kalau ada pengembang software yang cerdas, kita bisa kembangkan permainan seperti ini. Namanya bukan Pokemon-lah, namanya Tuyul Go, atau kuntilanak, pocong atau suster ngesotlah. Ya untuk apa, untuk pariwisata jadi agar orang berkunjung ke tempat-tempat tertentu. Misalnya ditempatkan di Lawang Sewu, nangkep pocong tapi di gadget karena kalau foto beneran susah,” ucap Fahmi sambil tertawa.
Lebih lanjut ia menambahkan bahwa kekhawatiran akan permainan tersebut hendaklah disikapi dengan bijak. Ada baiknya pemerintah membuat kesepakatan dengan pihak Pokemon Go untuk tidak menyebar ‘monster’ di objek vital dan strategis. Jika masih membandel maka Pemerintah bisa memblokirnya seperti situs porno.
“Kalau saya, ya mending ginilah. Saya cenderung ke resolusi teknologi juga. Bikin kompetisi di perguruan tinggi. Bikin permainan seperti ini. Sebenarnya teknologi ini enggak terlalu sulit. Bikinlah yang kaya gini tapi khas Indonesia yang mendidik. Itu yang lebih joss dari pada kita khawatir dengan Yahudi-lah, CIA-lah.” lanjut dia.

Bahaya rokok eletrik bagi kesehatan

Bahaya Rokok Elektrik Bagi Kesehatan

Pada akhir pekan, bengkel Vespa yang terletak di kawasan Tangerang Selatan ini memang kerap menjadi tempat berkumpul pencinta rokok elektrik atau yang kini disebut vape ini. “Biasanya customerbengkel saya yang juga nge-vape kumpul di sini. Kumpul bareng aja. Kalau adaliquid baru, kita share,” kata Raymond.
Raymond adalah satu dari sekian banyak pengguna rokok elektrik di Indonesia. Seperti pengguna rokok elektrik lain, benda ini merupakan salah satu cara pria berkepala pelontos itu keluar dari candu rokok tembakau. Setelah dua tahun mengisap rokok elektrik, ia mengaku tak lagi menyukai rokok tembakau. Padahal sebelumnya ia perokok berat dan bisa menghabiskan dua bungkus rokok tembakau sehari.

Toko rokok elektrik sekaligus tempat berkumpul para pecinta rokok elektrik. 

“Saya mau vaping in term buat berhenti merokok. Karena saya merasa, mungkin karena umur juga, mulai terasa sesak. Ini adalah alternatif, belakangan saya percaya ini penyelesaiannya. Bukan hanya jadi solusi, tapi jawaban untuk saya pribadi,” kata Raymond.
Setelah menjadi perokok elektrik, kini ia merasa jauh lebih segar saat bangun tidur. Tanpa ada rasa sesak maupun dahak di tenggorokannya. Melihat dampak positif pada tubuhnya ia mengatakan rokok elektrik lebih aman dari rokok tembakau, meski tetap melihat ada bahaya.
“Namun sisi berbahayanya menurut saya,vaping, tetap gimana pun juga, ada bahan kimia yang dimasukkan ke tubuh,” tuturnya.

Tak sekadar menjadi tempat jual beli alat maupun cairan rokok elektrik, toko rokok elektrik juga menjadi tempat berkumpul pengguna rokok elektrik. 

Pengguna rokok elektrik lainnya adalah Patrick Sinaga yang hampir dua tahun menggunakan rokok ini. Ia sudah mencari tahu mengenai bahaya atau tidaknya rokok elektrik. Patrick pun pada akhirnya tetap memilih menggunakannya guna membantu lepas dari rokok tembakau.
“Sampai sekarang belum ada penelitian yang konklusif, yang diakui benar-benar ini (rokok elektrik) berbahaya. Sedangkan banyak juga penelitian bilang ini tuh lebih baik, dan tak berbahaya. Sekarang balik ke pilihan kita juga,” tutur Patrick saat ditemui di sebuah toko rokok elektrik di kawasan Jakarta Pusat.
Meski banyak digunakan, pihak medis tidak merekomendasikan rokok elektrik sebagai cara untuk berhenti merokok. Menurut dokter spesialis paru dari Klinik Berhenti Merokok RSUP Persahabatan Jakarta Agus Dwi Susanto, rokok elektrik memiliki potensi menimbulkan kanker maupun memicu masalah pada kesehatan saluran pernapasan.